Minggu, 03 Agustus 2014

Efek resveratol bagi jntung koronel

ARTIKEL TERKAIT » Efek Resveratrol terhadap Jantung Koroner

 

 

 Efek Resveratrol terhadap Jantung KoronerDescription 
Efek Resveratrol Terhadap Jantung Koroner

 

EFEK KLINIS RESVERATROL TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER ATAU PENYEMPITAN PEMBULUH DARAH JANTUNG

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa diet ala mediterania dapat menurunkan angka kejadian terjadinya penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah jantung.1,2 Diet mediterania ini adalah diet dimana banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung resveratrol di dalamnya. Resveratrol merupakan salah satu zat yang termasuk dalam grup phytoalexins yang diproduksi oleh tumbuhan tertentu pada saat tumbuhan tersebut mendapatkan stress dari lingkungannya seperti infeksi jamur, mikroba atau ketika mendapatkan radiasi sinar ultraviolet.3 Resveratrol telah berhasil diidentifikasi dari >70 spesies tumbuhan meliputi grapevines (Vitis vinifera), mulberries, eucalyptus, dan kacang-kacangan. Kulit anggur segar mengandung 50-100µg/g resveratrol (kandungan resveratrol terbanyak pada anggur segar terdapat pada kulitnya, sehingga dianjurkan makan anggur segar bersama dengan kulitnya), minuman anggur merah (red wine) mengandung resveratrol 0,1-14mg/L (konsentrasi tertinggi didapatkan pada jenis anggur pinot noir grapes)4,5. Kita telah mengenal adanya ‘’French paradox’’6,7 dimana orang-orang perancis yang juga merupakan populasi mediterania banyak mengkonsumsi minuman anggur merah yang kaya akan resveratrol sehingga menurunkan angka kejadian terjadinya penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Apa sebenarnya efek resveratrol terhadap pencegahan terjadinya penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah jantung ? Efek resveratrol yang telah diketahui dan dibuktikan secara ilmiah terhadap pencegahan terjadinya penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah jantung adalah mempunyai sifat anti-atherogenic atau anti pembentukan penyumbatan pembuluh darah dengan cara8-12 :
1. Inhibisi oksidasi low-density lipoprotein (menurunkan kolesterol LDL).
2. Regulasi proliferasi otot polos pembuluh darah (mempertahankan elastisitas pembuluh darah)
3. Modulasi produksi NO (Nitric Oxide) yang merupakan mediator peradangan untuk terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung.
4. Menghambat agregasi atau penggumpalan pembuluh darah.13
5. Bersifat vasorelaxation yaitu melebarkan pembuluh darah.14
6. Bersifat anti oksidan yang melindungi kematian sel otot jantung karena adanya radikal bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar